Free download

News Update :
Powered by Blogger.
Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts
Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts

Bagian-bagian mikroskop dan fungsinya

Penulis : MJH 08 on Tuesday, December 27, 2011 | 1:35 AM

Tuesday, December 27, 2011


Bagian-bagian mikroskop dan fungsinya

Berikut ini ditampilkan bagian-bagian mikroskop.
bagian-bagian_mikroskop
  • A. Lensa okuler = lensa yang dilihat / diintip
  • B. Tabung mikroskop = bagian yang menghubungkan lensa okuler dengan lensa obyektif
  • C. Revolver = pemutar yang digunakan untuk mengubah perbesaran lensa obyektif
  • D. Lensa obyektif perbesaran lemah
  • E. Lensa obyektif perbesaran kuat
  • F. Pusat mikroskop = tempat meletakkan specimen / preparat yang diamati
  • G. Klip = penjepit object glass
  • H. Kaki mikroskop
  • I. Cermin = memantulkan cahaya pada lensa obyektif agar pengamatan preparat lebih jelas
  • J. Diafragma = bagian yang digunakan untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke lensa obyektif
  • K. Lengan mikroskop atau pegangan
  • L. Pemutar halus = bagian yang digunakan untuk menggerakkan (menjauhkan / mendekatkan) lensa obyektif terhadap preparat secara pelan / halus
  • M. Pemutar kasar = bagian yang digunakan untuk menggerakkan (menjauhkan / mendekatkan) lensa obyektif pada preparat secara cepat
comments | | Read More...

FOTO SINTESIS

Penulis : MJH 08 on Thursday, December 8, 2011 | 5:03 AM

Thursday, December 8, 2011



MAKALAH
FOTO SINTESIS



DI SUSUN OLEH:
ENDRI DARYANTO

UNIVERSITAS MEGOW PAK 
TULANG BAWANG
2011


BAB I
PENDAHULUAN
A.          Latar Belakang
Fotosintesis merupakan proses utama yang dilakukan oeleh tumbuhan. Sesuai dengan fungsinya yaitu mengolah bahan makanan menjadi energi. Tanpa adanya energy, semua makhluk hidup tidak dapat melakukan aktivitas. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa fotosintesis merupakan proses vital yang wajib terjadi pada tumbuhan.
Selain itu, hasil dari proses fotosintesis juga dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain untuk menimbulkan energi pula. Sehingga, fotosintesis merupakan proses yang penting untuk dipelajari.

B.   Tujuan
1.               Mengetahui proses-proses yang terjadi pada peristiwa fotosintesis.
2.               Mempelajari reaksi-reaksi yang terjadi peda proses fotosintesis.

C.             Rumusan Masalah

1.               Apakah yang dimaksud dengan fotosintesis?
2.                  Percobaan apa saja yang berhubungan dengan fotosintesis?
3.   Bagaimana proses fotosintesis?
4.   Faktor – faftor apa saja yang mempengaruhi fotosintesis?
5.                     Apakah peran cahaya dalam fotosintesis


BAB II
PEMBAHASAN

A.             Pengertian
Fotosintesis : Peristiwa penyusunan zat organik (gula)  dari zat anorganik             (CO2 dan H2O) dengan pertolongan energi cahaya.  Karena bahan baku yang digunakan adalah CO2 (zat karbon) maka fotosintesis dapat pula disebut asimiliasi karbon. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau dapat terjadi dengan bantuan:
·      sinar matahari,
·      air,
·      garam mineral yang diserap,
·      karbondioksida dari udara diubah menjadi zat makanan.

B.                Percobaan yang Berhubungan dengan Fotosintesis
1.                  Ingenhousz
Orang pertama yang melakukan penelitian adalah Jan Ingenhousz. Ia memasukkan Hydrilla verticillata dalam bejana yang berisi air. Bejana ditutup dengan corang terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air sampai penuh. Bejana tersebut diletakkan di terik matahari, kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan itu. Gelembung idara tersebut menandakan adanya gas yaitu oksigen. Ingenhousz menyimpulkan bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen.
2.                  T.W Engelmann
Ia melakukan percobaan dengan menggunakan alga spirogyra. Hanya kloroplas yang terkena cahaya yang mengeluarkan oksigen. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya bakteri yang berkerumun di bagian kloroplas yang terkana cahaya. Sehingga disimpulkan bahwa:

a.                  Fotosintesis dilakukan oleh kloroplas
b.                  Kloroplas hanya berfotosintesis jika terkena cahaya.
3.                  J.V. Sachs
Ia membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Caranya, daun dibungkus kertas timah dan dibiarkan terkena cahaya matahari sejak pagi hingga sore. Kemudian daun tersebut direbus untuk mematikan sel-selnya. Kemudian daun tersebut dimasukkan dalam alcohol agar klorofilnya larut dan daun menjadi pucat. Kemudian ditetesi dengan iodine, sehingga bagian yang pucat tetap pucat sedangkan yang tidak tertutup berwarna biru kehitaman. Warna tersebut menandakan bahwa di daun terdapat amilum.
4.                  Robert Hill
Hill membuktikan bahwa energi cahaya untuk memecah air (fotolisis), disebut reaksi terang yang terjadi di grana.








5.   Blackman
Blacman membuktikan bahwa reduksi karbon dioksida oleh H2 tanpa keterlibatan langsung dari cahaya, disebut reaksi gelap yang terjadi di stroma.
C. Proses Fotosintesis
Fotosintesis merupakan proses menggabungkan CO2, H2O menjadi gula dengan menggunakan energi cahaya dengan menggunakan organel yang disebut kloroplas.

  


Proses fotosintesis dibagi menjadi dua reaksi yaitu :
a.                           Reaksi Terang
Reaksi terang merupakan langkah-langkah mengubah energy matahari menjadi energy kimia. Cahaya yang diserap oleh klorofil menggerakkan transport electron dan hydrogen dari air ke penerima ( aseptor ) yang disebut NADP+ yang berfungsi sebagai pembawa electron dalam respirasi seluler. Reaksi terang menggunakan tenaga matahari untuk mereduksi NADP+  menjadi NADPH dengan cara menambahkan sepasang electron bersama dengan nucleus hydrogen atau H+. Reaksi terang juga menghasilkan ATP dengan memeberi tenaga bagi penambahan gugus fosfat yang pada ADP, proses ini disebut fotofosforilasi.
Reaksi terang terjadi di grana, persisnya di membran tilakoid. Reaksi terang menggunakan 2 fotosistem yang berhubungan. Fotosistem I menyerap cahaya dengan panjang gelombang 700 nm maka disebut P700, berfungsi untuk menghasilkan NADPH. Fotosistem II menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nm maka disebut P680, berfungsi untuk membuat potensial oksidasi cukup tinggi sehingga bisa memecah air. Bila bekerja bersama, 2 fotosistem ini melakukan proses fotofosforilasi non-siklik yang menghasilkan ATP dan NADPH. Fotosistem I mentransfer elektron ke NADP+ untuk membentuk NADPH. Kehilangan elektron digantikan oleh elektron dari fotosistem II. Fotosistem II dengan potensial oksidasinya yang tinggi dapat memecah air untuk menggantikan elektron yang ditransfer ke fotosistem I. Kedua fotosistem ini dihubungkan oleh kompleks pembawa elektron yang disebut sitokrom/komplek b6-f. Kompleks ini menggunakan energi dari pemindahan elektron untuk memindahakan proton dan mengaktifkan gradien proton yang digunakan oleh enzim ATP sintase.
Saat pusat reaksi Fotosistem II menyerap foton, elektron tereksitasi pada molekul klorofil P680, yang mentransfer elektron ini ke akseptor elektron. P680 teroksidasi melepaskan elektron dari kulit terluar atom Mg. Atom Mg yang teroksidasi dengan bantuan enzim pemecah air, melepaskan elektron dari atom oksigen dari 2 molekul air. Proses ini membuat P680 menyerap 4 foton untuk melengkapi oksidasi 2 molekul air dan mengahsilkan 1 oksigen. Elektron yang tereksitasi dibawa oleh plastoquinon dan kemudian diterima oleh kompleks b6-f. Kehadiran elektron menyebabkan kompleks memompa proton ke celah tilakoid, kemudian elektron dibawa oleh plastosianin ke fotosistem I.
Pusat reaksi fotosistem I menyerap foton maka elektronnya tereksitasi. ”Lobang” yang ditinggal elektron segera ditempatin olek elektron dari Fotosistem II, sedangkan elektron yang tereksitasi tersebut ditanggap oleh ferredoxin. Ferredoxin tereduksi membawa elektron dengan potensial yang tinggi kemudian ditangkap oleh NADP+ untuk membentuk NADPH.Reaksi ini dikatalisasi oleh enzim NADPH reduktase. Enzim ATP sintase menggunakan gradien proton yang tercipta saat tranpor elektron untuk mensintesis ATP dari ADP + Pi.




b.                          Reaksi Gelap
Reaksi gelap adalah reaksi pembentukan gula dari CO2 yang terjadi di stroma. Berbeda dengan reaksi terang, reaksi gelap atau reaksi tidak bergantung cahaya bisa terjadi pada saat siang dan malam, namun pada siang hari laju reaksi gelap tentu lebih rendah dari laju reaksi terang.
Reaksi gelap dimulai dengan pengikatan atau fiksasi 6 molekul CO2 ke 6 molekuk gula 5 karbon yaitu ribulosa 1,5 bifosfat, dikatalisis oleh enzim ribulosa bifosfat karboksilase/oksigenase(rubisco) yang kemudian membentuk 6 molekul gula 6 karbon. Molekul 6 karbon ini tidak stabil maka pecah menjadi 12 molekul 3 karbon yaitu 3 fosfogliserat. 3 fosfogliserat kemudian difosforilasi oleh 12 ATP membentuk 1,3 bifosfogliserat. 1,3 bifosfogliserat difosforilasi lagi oleh 12 NADPH membentuk 12 molekul gliseradehida 3 fosfat/PGAL. 2 PGAL digunakan untuk membentuk 1 molekul glukosa atau jenis gula lainnya, sedangkan 10 molekul lainnya difosforilasi oleh 6 ATP untuk kembali membentuk 6 molekul Ribulosa 1,5 bifosfat. Proses pengikatan CO2 ke RuBP disebut fiksasi, proses pemecahan molekul 6 karbon menjadi molekul 3 karbon disebut reduksi dan proses pembentukan kembali RuBP dari PGAL disebut regenerasi.
Fotosintesis ini disebut mekanisme C3, karena molekul yang pertama kali terbentuk setelah fiksasi karbon adalah molekul berkarbon 3. Kebanyakan tumbuhan menggunakan fotosintesis C3 disebut tumbuhan C3.
Untuk beberapa tumbuhan, mereka terpaksa melakukan fotosintesis dengan cara yang sedikit berbeda karena kondisi lingkungan. RuBP, alih-alih mengikat CO2, justru mengikat O2 sehingga berubah menjadi glikolat dan terurai. Proses ini disebut fotorespirasi. Saat fiksasi karbon, CO2 dan O2 berkompetisi untuk berikatan dengan RuBP. Pada kondisi normal bersuhu 25 C, 20% fiksasi karbon untuk fotosintesis hilang karena fotorespirasi. Kemungkinan makin meningkat saat kondisi panas, kering dan stomata menutup di siang hari untuk menyimpan air. Kondisi ini menyebabkan CO2 tidak bisa masuk dan O2 tidak bisa keluar sehingga terjadi fotorespirasi. Untuk menanggulangi hal tersebut, maka tanaman mengikatkan CO2 ke fosfoenolpiruvat(PEP), dikatalisis oleh PEP karboksilase dan membentuk senyawa 4 karbon, biasanya oksaloasetat. Mekanisme ini disebut mekanisme C4. Pengikatan ini terjadi disel mesofil. Oksaloasetat kemudian berubah menhadi malat yang memasuki sel seludang dan disanalah malat melepaskan CO2 untuk memulai siklus Calvin. Mala berubah menjadi piruvat yang keluar menuju sel mesofil, berubah menjadi PEP untuk berikatan lagi dengan CO2.






D.      Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis
a.  Intensitas cahaya
Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.
b.  Konsentrasi karbon dioksida
Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
c.   Suhu
Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim.
d.  Kadar air
Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.
e.   Kadar fotosintat (hasil fotosintesis)
Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang.
f.     Tahap pertumbuhan
Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh.

E.               Cahaya yang Berperan dalam Fotosintesis




F.    Fotosistem

•           Kumpulan pigmen dan protein yang berasosiasi dengan membran      tilakoid yang memanen energi dari elektron yang tereksitasi
•           Energi yang ditangkap ditransfer antara molekul fotosistem sampai mencapai molekul klorofil pada pusat reaksi
•           Pada pusat reaksi terdapat 2 molekul
•           Klorofil  a
•           Akseptor elektron primer
•           Pusat reaksi klorofil dioksidasi dengan hilangnya elektron melalui reduksi akseptor elektron primer
•           Terdapat fotosistem I dan  II


G.        Aliran Elektron
a.           Terdapat dua rute jalur elektron yang tersimpan pada akseptor elektron primer
b.            Kedua jalur
·          Dimulai dengan penangkapan energi foton
·          Menggunakan rantai transport elektron dengan sitokrom untuk kemiosmosis
c.             Aliran elektron nonsiklik
·          Menggunakan fotosistem II dan I
·          Elektron dari fotosistem II dihilangkan dan diganti oleh elektron yang        didonasikan oleh air
·    Mensintesis ATP dan NADPH
·          Donasi elektron mengkonversi air O2 dan 2H+

d.           Aliran elektron siklik
·        Hanya menggunakan fotosistem I
·        Elektron dari fotosistem I di-recycle

e.                                    Mensintesis ATP

H.     Tanaman CAM dan C4
a.        Tanaman C4
Tanaman C4 meminimalkan keperluan fotorespirasi dengan cara menggabungkan CO2 ke dalam senyawa empat karbon di sel mesofil
b.           Tanaman CAM
Membuka stomatanya pada malam hari, menggabungkan CO2 ke dalam asam organikSelama siang hari, stomata tertutup
–     CO2 dilepaskan dari asam organik untuk digunakan dalam siklus Calvin
•      Anatomi daun C4 dan jalur C4

Ø Jalur CAM mirip dengan jalur C4



BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
1.     Fotosintesis : Peristiwa penyusunan zat organik (gula)  dari zat anorganik                (CO2 dan H2O) dengan pertolongan energi cahaya
2.     Percobaan yang berkaitan dengan fotosintesis:
ü  Ingenhousz
ü  T.W Engelmann
ü  J.V. Sachs
ü  Robert Hill
ü  Blackman
3.     Proses fotosintesis terdiri dari dua reaksi, yaitu reaksi gelap dan reaksi terang.
4.     Faktor yang mempengaruhi fotosintesis:
ü    Intensitas cahaya

ü    Konsentrasi karbon dioksida

ü    Suhu

ü    Kadar air

ü    Kadar fotosintat (hasil fotosintesis)

ü    Tahap pertumbuhan
comments | | Read More...

REAKSI TERANG - GELAP FOTOSINTESIS

Penulis : MJH 08 on Monday, December 5, 2011 | 4:19 PM

Monday, December 5, 2011


REAKSI TERANG - GELAP FOTOSINTESIS


Seorang fisiologis berkebangsaan Inggris, FF Blackman , mengadakan percobaan dengan melakukan penyinaran secara terus-menerus pada tumbuhan Elodea .Ternyata, ada saat dimana laju fotosintesis tidak meningkat sejalan dengan meningkatnya penyinaran. Akhirnya, Blackman menarik kesimpulan bahwa paling tidak ada dua proses berbeda yang terlibat: 
ada reaksi yang membutuhkan cahaya dan tidak memerlukan cahaya. 
Yang terakhir dinamai reaksi gelap, walau dapat bertahan terus saat kondisi terang.

Teori ini diperkuat dengan mengulangi percobaan pada temperatur yang agak lebih tinggi. Seperti diketahui, kebanyakan reaksi kimia berjalan lebih cepat pada suhu lebih tinggi (sampai suhu tertentu). Pada suhu 35 ° C, laju fotosintesis tidak menurun sampai ada intensitas cahaya yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa reaksi gelap kini berjalan lebih cepat. Faktor bahwa pada intensitas cahaya yang rendah laju fotosintesis itu tidak lebih besar pada 35 ° C dibandingkan pada 20 ° C juga menunjang gagasan bahwa yang menjadi pembatas pada proses ini adalah reaksi terang. Reaksi terang ini tidak tergantung pada suhu, tetapi hanya tergantung pada intensitas penyinaran. Laju fotosintesis yang meningkat dengan naiknya suhu tidak terjadi jika suplai CO 2 terbatas. Jadi, konsentrasi CO 2 harus ditambahkan sebagai faktor ketiga yang mengatur laju fotosintesis itu berlangsung.

Jadi, secara umum fotosintesis terbagi menjadi dua tahap reaksi:
1.Reaksi Terang, yang membutuhkan cahaya
2.Reaksi Gelap, yang tidak membutuhkan cahaya

REAKSI TERANG 
  • Tahap pertama dari system fotosintesis adalah reaksi terang 
  • Reaksi ini membutuhkan molekul air 
  • Reaksi ini sangat tergantung pada ketersediaan sinar matahari. 
  • Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena . 
  • Sinar matahari yang berupa photon yang terbaik adalah sinar merah dan ungu
  • Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna ungu (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600nanometer)
  • Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau
  • Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan panjang tertentu. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi. 

Di dalam daun, cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi 
Reaksi ini melibatkan beberapa kompleks protein dari membran tilakoid berupa pigmen yang terdiri dari sistem cahaya yang disebut fotosistem 
Dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. 
fotosistem I dan II sebagai sistem pembawa elektron 
Fotosistem yaitu perangkat komplek protein pembentuk ATP berupa enzim ATP sintase. 
Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang
gelombang 680 nanometer, 
sedangkan fotosistem I 700 nanometer. 
Kedua fotosistemini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis, seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat. 
Fotosintesis dimulai saat cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II (P.680) 
Fotosistem II melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor
elektron. 
Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP , satuan pertukaran energi dalam sel. 
Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron yang harus segera diganti. 
Pada tumbuhan dan alga, kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. 
Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen. 
Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air, bukan dari karbon dioksida 
Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II, cahaya juga mengionisasi fotosistem I, melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH 
Jadi P 700 (Photosistem I) menhasilkan NADPH2, sedang Phoyosistem II (P 680) menghasilkan Oksigen dan ATP 
Reaksi terang mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, juga menghasilkan oksigen dan mengubah ADP dan NADP + menjadi energi pembawa ATP dan NADPH2. 
ATP dan NADPH2 inilah yang nanti akan digunakan sebagaienergi dalam reaksi gelap 
Reaksi terang terjadi di tilakoid , yaitu struktur cakram yang terbentuk dari Folder membran dalam kloroplas. 
Membran tilakoid menangkap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia. Jika ada bertumpuk-tumpuk tilakoid, maka disebut grana 

Fotofosforilasi siklikReaksi fotofosforilasi siklik adalah reaksi yang hanya melibatkan satu fotosistem, yaitu fotosistem I. Dalam fotofosforilasi siklik, pergerakan elektron dimulai dari fotosistem I dan berakhir di fotosistem I.


Pertama, energi cahaya, yang diproduksi oleh matahari, membuat elektron-elektron di P700 menjadi aktif karena rangsangan dari luar 
elektron yang terbentuk itu kemudian keluar menuju akseptor elektron primer kemudian menuju rantai transpor elektron. 
Karena P700 mentransfer elektronnya ke akseptor elektron, P700 mengalami defisiensi elektron dan tidak dapat melaksanakan fungsinya. 
Selama perpindahan elektron dari akseptor satu ke akseptor lain, selalu terjadi transformasi hidrogen bersama-sama elektron pada fotosistem P 700 itu 
Rantai transpor ini menghasilkan gaya penggerak proton, yang memompa ion H + melewati membran, yang kemudian menghasilkan gradien konsentrasi yang dapat digunakan untuk menggerakkan sintase ATP selama kemiosmosis, yang kemudian menghasilkan ATP . 
Dari rantai transpor, elektron kembali ke fotosistem I. Dengan kembalinya elektron ke fotosistem I, maka fotosistem I dapat kembali melaksanakan fungsinya lagi 
Fotofosforilasi siklik terjadi di beberapa bakteri, dan juga terjadi pada semua organisme fotoautotrof. 

Fotofosforilasi Nonsiklik

Reaksi fotofosforilasi nonsiklik adalah reaksi dua tahap yang melibatkan dua fotosistem klorofil yang berbeda, yaitu fotosistem I dan II. Dalam fotofosforilasi nonsiklik, pergerakan elektron dimulai di fotosistem II, tetapi elektron tidak kembali lagi ke fotosistem II.


Pertama, molekul air diurai menjadi 2H + + 1/2O 2 + 2e - . 
Dua elektron dari molekul air tersimpan di fotosistem II, 
Sedang ion H + akan digunakan pada reaksi yang lain 
dan O 2 akan dilepaskan ke udara bebas. 
Karena tersinari oleh cahaya matahari, dua elektron yang ada di P680 menjadi tereksitasi dan keluar menuju akseptor elektron primer. 
Setelah terjadi transfer elektron, P680 menjadi defisiensi elektron, tetapi dapat cepat dipulihkan berkat elektron dari hasil penguraian air tadi. 
Setelah itu mereka bergerak lagi ke rantai transpor elektron, yang membawa mereka melewati pheophytin, plastoquinon, komplek sitokrom b6f, plastosianin, dan akhirnya sampai di fotosistem I, tepatnya di P700. 
Perjalanan elektron diatas disebut juga dengan "skema Z". 
Sepanjang perjalanan di rantai transpor, dua elektron tersebut mengeluarkan energi untuk reaksi sintesis kemiosmotik ATP, yang kemudian menghasilkan ATP . 
Sesampainya di fotosistem I, dua elektron tersebut mendapat pasokan energi yang cukup besar dari cahaya matahari. 
Kemudian elektron itu bergerak ke molekul akseptor, feredoksin, dan akhirnya sampai di ujung rantai transpor, dimana dua elektron tersebut telah ditunggu oleh NADP + dan H + , yang berasal dari penguraian air. 
Dengan bantuan suatu enzim bernama Feredoksin-NADP reduktase, disingkat FnR, NADP + , H + , dan elektron tersebut menjalani suatu reaksi: 
NADP + + H + + 2e - -> NADPH 
NADPH , sebagai hasil reaksi diatas, akan digunakan dalam reaksi Calvin-Benson, atau reaksi gelap. 
Fotofosforilasi siklik dan fotofosforilasi nonsiklik memiliki perbedaan yang mendasar, yaitu sebagai berikut


Reaksi Gelap
Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. 
Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma . 
Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH, yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO 2 , yang berasal dari udara bebas. 
Dari reaksi gelap ini, diproduksi glukosa (C 6 H 12 O 6 ), yang sangat diperlukan untuk reaksi katabolisme.  
Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson , karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson . 
Salah satu substansi penting dalam proses ini adalah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat . 
Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP) . Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO 2dalam reaksi gelap. 
Secara umum, reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase), yaitu fiksasi, reduksi, dan regenerasi. 






Pada fase fiksasi, 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO 2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil 
6 molekul beratom C6 yang tidak stabil itu kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG / PGA). 
Selanjutnya, 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat, dan membentuk 1,3-bifosfogliserat (PGA 1.3 biphosphat) . 
Kemudian, 1,3-bifosfogliserat Akses dalam fase reduksi, dimana senyawa ini direduksi oleh H + dari NADPH, yang kemudian berubah menjadi NADP +, dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. 
Selanjutnya terjadi sintesa, 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C 6 H12 O 6 ) . 
10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi, yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat. (RDP / RuBP) 
Pada fase ini, 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekulribulosa fosfat . Jika mendapat tambahan gugus fosfat, maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP) , 
RDP / RuBP kemudian kembali akan mengikat CO 2 lagi, begitu setrusnya. 
OK Gampang to 


Dalam fotosynthesis kebutuhan karbondioksida (CO2) pada reaksi gelap, akan dipenuhi dari udara yang masuk melalui stomata tanaman 


Pada kebanyakan tanaman, fotosintesis berfluktuasi sepanjang hari sebagai stomata membuka dan menutup. 
Biasanya, stomata terbuka di pagi hari, menutup pada siang, membuka kembali di sore hari, dan ditutup untuk baik di malam hari. 
Karbon dioksida yang berlimpah di udara, sehingga tidak menjadi faktor pembatas dalam pertumbuhan tanaman. 
Pada sistem budidaya tanaman dengan Greenhouse tertutup rapat mungkin tidak cukup memungkinkan udara luar untuk masuk dan dengan demikian mungkin tidak karbondioksida yang cukup untuk pertumbuhan tanaman. 
Karbon dioksida generator digunakan untuk menghasilkan CO2 di rumah kaca untuk tanaman komersial seperti mawar, anyelir, dan tomat. 
Dalam rumah kaca rumah yang lebih kecil, es kering adalah sumber yang efektif dari CO2. 



FAKTOR PEMBATAS FOTOSINTESIS
Faktor penentu laju fotosintesis 
Reaksi gelap ini menghasilkan APG (asam fosfogliserat) , ALPG (fosfogliseraldehid) , RDP (ribulosa difosfat) , dan glukosa (C 6 H 12O 6 ) . 

Dalam fotosynthesis kebutuhan karbondioksida (CO2) pada reaksi gelap, akan dipenuhi dari udara yang masuk melalui stomata tanaman
Pada kebanyakan tanaman, fotosintesis berfluktuasi sepanjang hari sebagai stomata membuka dan menutup. 
Biasanya, stomata terbuka di pagi hari, menutup pada siang, membuka kembali di sore hari, dan ditutup untuk baik di malam hari. 
Karbon dioksida yang berlimpah di udara, sehingga tidak menjadi faktor pembatas dalam pertumbuhan tanaman. 
Pada sistem budidaya tanaman dengan Greenhouse tertutup rapat mungkin tidak cukup memungkinkan udara luar untuk masuk dan dengan demikian mungkin tidak karbondioksida yang cukup untuk pertumbuhan tanaman. 
Karbon dioksida generator digunakan untuk menghasilkan CO2 di rumah kaca untuk tanaman komersial seperti mawar, anyelir, dan tomat. 
Dalam rumah kaca rumah yang lebih kecil, es kering adalah sumber yang efektif dari CO2. 

FAKTOR PEMBATAS FOTOSINTESIS
Faktor penentu laju fotosintesis
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis:Intensitas cahaya
Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya. 
Konsentrasi karbon dioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang daptdigunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. Suhu
Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja
pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan
meningkatnya suhu sampai batas toleransi enzim. 
Penilaian air Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat
penyerapan karbondioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.  Penilaian fotosintat (hasil fotosintesis)
Jika nilai fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan
naik. Kapan penilaian fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang. 
Tingkat pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada
tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh. 

Dengan terbentuknya Glukosa sebagai hasil akhir Fotosintesis nya, akan dirubah menjadi Amylum dan kemudian dimanfaatkan menjadi berbagai bentuk karbohidrat.Supaya tidak setengah setengah memahaminya Karbohidrat ini di kelompokkan menjadi berbagai bentuk yaitu berdasarkan gugus gulanya. dan tentu secara pasti apapun bentuknya karbohidrat itu mutlak berasal dari Hasil fotosintesis Tumbuhan OK 
Berdasar panjang rantai karbon, karbohidrat dibagi 3, yaitu: 
Monosakarida Merupakan karbohidrat yang tidak bisa dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana dibagi menjadi triosa, tetrosa, pentosa, heksosa, heptosa. Heksosa dalam tubuh antara lain glukosa, galaktosa, fruktosa dan manosa. 
Oligosakarida Menghasilkan 2 - 6 monosakarida melalui hidrolisis.Oligosakarida yang penting dalam tubuh adalah disakarida yang menghasilkan 2 monosakarida jika dihidrolisis, contoh disakarida antara lain: sukrosa (gula pasir), laktosa (gula susu), dan maltosa (gula gandum). Hidrolisis sukrosa menghasilkan glukosa dan fruktosa. Hidrolisis laktosa menghasilkan galaktosa dan glukosa. Hidrolisis maltosa menghasilkan dua molekul glukosa. 
PolisakaridaMenghasilkan lebih dari 6 monosakarida melalui hidrolisis. Contoh: pati, glikogen, selulosa, dekstrin.
    comments | | Read More...

    Categories

    About

     
    Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
    Copyright © 2011. mjh 08 . All Rights Reserved.
    Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger