Free download

News Update :
Powered by Blogger.
Showing posts with label Klimatologi. Show all posts
Showing posts with label Klimatologi. Show all posts

PENYINARAN,SUHU,KELEMBABAN

Penulis : MJH 08 on Monday, May 21, 2012 | 4:44 AM

Monday, May 21, 2012


PENYINARAN



A.PENYINARAN
1.Penyinaran Matahari
Matahari adalah sumber panas bagi bumi. Walaupun bumi sudah memiliki panas sendiri yang berasal dari dalam, panas bumi lebih kecil artinya dibandingkan dengan panas matahari. Panas matahari mencapai 60 gram kalori/cm2, tiap jam, sedangkan panas bumi hanya mencapai 55 gram/cm2 tiap tahunnya. Besarnya sinar matahari yang mencapai bumi hanya sekitar 43% dari keseluruhan sinar yang menuju bumi dan >50% lainnya dipantulkan kembali ke angkasa. Panas bumi sangat tergantung kepada banyaknya panas yang berasal dari matahari ke bumi. Perbedaan temperatur di bumi dipengaruhi oleh letak lintang dan bentuk keadaan alamnya. Indonesia termasuk wilayah beriklim tropis karena terletak pada lintang antara 6°08′ LU dan 11°15′ LS, ini terbukti 
di seluruh wilayah Indonesia menerima rata-rata waktu penyinaran matahari cukup banyak. Panas matahari yang sampai ke permukaan bumi sebagian dipantulkan kembali, sebagian lagi diserap oleh udara, awan, dan segala sesuatu di permukaan bumi. Banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh bumi. Selain itu lamanya penyinaran matahari pada suatu tempat tergantung dari letak garis lintangnya, semakin rendah letak garis lintangnya maka semakin lama daerah tersebut mendapatkan sinar matahari dan suhu udaranya semakin tinggi., sebaliknya semakin tinggi letak garis lintang maka intensitas penyinaran matahari semakin kecil sehingga suhu udaranya semakin rendah. Alat untuk mengukur lamanya penyinaran matahari disebut Campbell Stoke.
Suhu udara adalah ukuran energi kinetik rata-rata dari pergerakan molekul-molekul. Suhu suatu benda ialah keadaan yang menentukan kemampuan benda tersebut, untuk memindahkan (transfer) panas ke benda-benda lain atau menerima panas dari benda-benda lain tersebut. Dalam sistem dua benda, benda yang kehilangan panas dikatakan benda yang bersuhu lebih tinggi.
Variasi Harian Suhu Permukaan Selama 24 jam, suhu udara selalu mengalami perubahan-perubahan. Di atas lautan perubahan suhu berlangsung lebih banyak perlahan-lahan daripada di atas daratan. Variasi suhu pada permukaan laut kurang dari 1°C, dan dalam keadaan tenang variasi suhu udara dekat laut hampir sama. Sebaliknya diatas daerah pedalaman continental dan padang pasir perubahan suhu udara permukaan antara siang dan malam mencapai 20°C. Sedangkan pada daerah pantai 
variasinya tergantung dari arah angin yang bertiup. Variasinya besar bila 
angin bertiup dari atas daratan dan sebaliknya.
Alat pengukur suhu disebut termometer. Termometer dibuat dengan mendasarkan sifat-sifat fisik dari suatu zat (bahan), misalnya pengembangan benda padat, benda cair, gas dan juga sifat merubahnya tahanan listrik terhadap suhu. Ada beberapa termometer pengukur udara, antara lain:Termometer Bola Basah dan Bola Kering.Termometer Maksimum dan Termometer Minimum.
Contoh : Suatu area bersuhu 5-400C. Bila ingin ditanami kentang yang bersuhu kardinal 8-300C maka kemungkinannya bisa dikembangkan di area itu tetapi resikonya harus diperhitungkan. Yaitu resiko terhadap dampak suhu rendah dan dampak suhu tinggi.
Sehingga setidaknya daerah yang cocok kisarannya 10-300C, dikarenakan resikonya kecil.
Perlunya suatu pengetahuan tentang suhu kardinal sehingga kita bias menentulan jenis budidaya yang abik atau cocok.
Satuan paling umum untuk mengukur kepadatan uap adalah gm / m 3. 
Kelembaban spesifik



2.Albedo
Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar Matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahanpanjang gelombang (outgoing longwave radiation). Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi.
Permukaan yang berbentuk padat memberikan nilai albedo yang lebih besar dibandingkan dengan permukaan yang bersifat lembut. Albedo umumnya dikaitkan dengan perubahan iklim lokal, dan perlu dipahami dalam menganalisis perubahan tata guna lahan (land use). Pada umumnya, daerah perkotaan memiliki nilai albedo yang lebih besar dibandingkan dengan daerah pertanian maupun perhutanan, sehingga "hot island" selalu merupakan kasus serius di daerah perkotaan
Albedo dari benda menggambarkan panjang lebar cahaya, digambarkan sebagai perbandingan panjang lebar yang dicerminkan ke dalam radiasi elektromagnetis. Ini relatifitas gram unit permukaan atau badan difusi. Berasal dari dari bahasa latin yang berarti "putih".
Konsep albedo penting dalam frekuensi radiasi klimatologi dan astronomi. Dalam klimatologi sekali-sekali dinyatakan sebagai persentase. Nilainya mempertimbangkan frekuensi radiasi : tidak dipenuhi syarat , itu umumnya menunjuk ke pukul rata tepat beberapa melintasi spektrum cahaya kelihatan . Jadi, albedo mempercayai di arah dan distribusikan langsung ke radiasi berikutnya. Perkecualian permukaan Lambertian, yang mana radiasi menyebar semua arah di fungsi kosinus, sangat mengerjakan albedo mereka tidak mempercayai di distribusikan berikutnya. Kasus nyata , bidirectional fungsi distribusikan refleksi diperlukan ke kenali kekayaan menyebar teliti permukaan , walaupun albedo sangat berguna di perkiraan pertama.

3.Intensitas penyinaran
 Intensitas cahaya adalah banyaknya energi yang diterima oleh suatu tanaman per satuan luas dan per satuan waktu (kal/cm2/hari). Pengertian intensitas disini sudah termasuk didalamnya lama penyinaran, yaitu lama matahari bersinar dalam satu hari, karena satuan waktunya menggunakan hari.
Besarnya intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman tidak sama untuk setiap tempat dan waktu, karena tergantung :

1. Jarak antara matahari dan bumi, misalnya pada pagi dan sore hari intensitasnya lebih rendah dari      pada siang hari karena jarak matahari lebih jauh. Juga di daerah sub tropis, intensitasnya lebih rendah dibanding daerah tropis. Demikian pula di puncak gunung intensitasnya(1,75 g.kal/cm2/menit) lebih tinggi dari pada di dataran rendah (di atas permukaan laut = 1,50 g.kal/cm2/menit).
2. Tergantung pada musim, misalnya pada musim hujan intensitasnya lebih rendah karena radiasi matahari yang jatuh sebagian diserap awan, sedangkan pada musim kemarau pada umumnya sedikit awan sehingga intensitasnya lebih tinggi.
3. Letak geografis, sebagai contoh daerah di lereng gunung sebelah utara/selatan berbeda dengan lereng sebelah timur/barat. Pada daerah timur/barat tanaman menerima sinar matahari lebih sedikit dari pada sebelah utara/selatan karena lama penyinarannya lebih pendek disebabkan terhalang oleh gunung.
Pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman sejauh mana berhubungan erat dengan proses fotosintesis. Dalam proses ini energi cahaya diperlukan untuk berlangsungnya penyatuan CO2 dan air untuk membentuk karbohidrat. Semakin besar jumlah energi yang tersedia akan memperbesar jumlah hasil fotosintesis sampai dengan optimum (maksimal). 
Untuk menghasilkan berat kering yang maksimal, tanaman memerlukan intensitas cahaya penuh.

4.Kualitas cahaya
Kualitas cahaya seringkali diukur berdasarkan kekuatannya, dan ini tergantung kepada sumbernya. Cahaya matahari atau lampu spot memiliki kualitas keras, menghasilkan kontras yang tinggi, bayangan yang ditimbulkan tegas, memiliki batas yang jelas antara bagian terang dan gelap. Cahaya yang terdifusi seperti pada hari yang berawan, ketika awan menghalangi cahaya matahari, atau cahaya yang dihasilkan dari sebuah softbox(peralatan studio) akan menghasilkan cahaya yang lembut, menampilkan kontras yang rendah, memiliki batas yang tidak jelas antara bagian yang terang dan gelap.

B.SUHU (TEMPERATUR)

1.Pengertia suhu
Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan valid.
Pada abad 17 terdapat 30 jenis skala yang membuat para ilmuan kebingungan. Hal ini memberikan inspirasi pada Anders Celcius (1701 – 1744) sehingga pada tahun 1742 dia memperkenalkan skala yang digunakan sebagai pedoman pengukuran suhu. Skala ini diberinama sesuai dengan namanya yaitu Skala Celcius. Apabila benda didinginkan terus maka suhunya akan semakin dingin dan partikelnya akan berhenti bergerak, kondisi ini disebut kondisi nol mutlak. Skala Celcius tidak bisa menjawab masalah ini maka Lord Kelvin (1842 – 1907) menawarkan skala baru yang diberi nama Kelvin. Skala kelvin dimulai dari 273 K ketika air membeku dan 373 K ketika air mendidih. Sehingga nol mutlak sama dengan 0 K atau -273°C. Selain skala tersebut ada juga skala Reamur dan Fahrenheit. Untuk skala Reamur air membeku pada suhu 0°R dan mendidih pada suhu 80°R sedangkan pada skala Fahrenheit air membuka pada suhu 32°F dan mendidih pada suhu 212°F.
Berikut ini perbandingan skala dari termometer diatas
Yang menjadi masalah dalam bab suhu adalah kebanyakan orang kesulitan untuk mengubah dari satu skala ke skala yang lainnya. Berikut ini adalah contoh mengubah dari skala celcius ke skala fahrenheit
Untuk skala yang lain caranya sama dengan contoh diatas. Thermometer menurut isinya dibagi menjadi : termometer cair, termometer padat, termometer digital. Semua termometer ini mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sedangkan berdasarkan penggunaannya termometer bermacam-macam sebagai misal termometer klinis, termometer lab dan lain-lain.
2.Suhu udara
3.Fluktuasi
Suhu udara akan berfluktuasi dengan nyata selama setiap periode 24 jam.Fluktuasi suhu udara dan suhu tanah berkaitan erat dengan proses pertukaranenergi yang berlangsung di atmosfer. Pada siang hari, sebagian dari radiasimatahari, akan diserap oleh gas-gas atmosfer dan partikel-partikel padat yangmelayang di atmosfer. Serapan energi radiasi matahari ini akan menyebabkansuhu udara meningkat. Suhu udara harian maksimum tercapai beberapa saatsetelah ntenstas cahaya maksimum tercapai pada saat berkas cahaya jatuh tegak lurus, yakni pada waktu tengah hari (Lakitan B, 1994).Sebagian radiasi pantul dari permukaan bumi juga akan diserap oleh gas-gas dan partikel-partikel atmosfer tersebut. Karena kerapatan udara dekat permukaan lebih tinggi dan lebih berkesempatan untuk menyerap radiasi pantulandari permukaan bumi, maka pada siang hari suhu udara dekat permukaan akanlebih tinggi dibandingkan pada lapisan udara yang lebih tinggi. Sebaliknya padamalam hari, terutama pada saat menjelang subuh, suhu udara deat permukaanmenjadi lebih rendah dibandingkan dengan suhu pada lapisan udara yang lebihtinggi (Lakitan B, 1994).Permukaan bumi merupakan permukaan penyerap utama dari radiasimatahari. Oleh sebab itu permukaan bumi merupakan sumber panas dari udara diatasnya dan bagi lapisan tanah di bawahnya. Pada malam hari, permukaa bumitidak menerima masukan energi dari radiasi matahari, tetapi permukaan bumitetap akan memancarkan energi dalam bentuk radiasi gelombang panjang,sehingga permukaan akan kehilangan panas, akibatnya suhu permukaan akanturun.
Karena perannya yang demikian, maka fluktuasi suhu permukaan akanlebih besar dari fluktuasi udara di atasnya (Lakitan B, 1994).Profil suhu udara akan terganggu jika turbulensi udara atau pergerakanmassa udara menjadi sangat aktif, misalnya pada kondisi kecepatan angin tinggi.Jika pergerakan massa udara tersebut melibatkan seluruh lapisan udara dekat permukaan, maka suhu udara pada lapisan tersebut akan relatif homogen (LakitanB, 1994)

4.Suhu tahunan
Suhu udara tahunan dibedakan menjadi dua, yaitu:

a) Suhu Tahunan Rata-Rata (STR)
Menunjukkan jumah suhu bulanan rata-rata selama 12 bulan dibagi jumlah bulan. Dihitung dengan formula berikut.
STR = Jumlah suhu bulanan rata-rata 12 bulan/ Jumlah bulan

b) Rentang Suhu Tahunan Rata-Rata (RST)
Menunjukkan selisih suhu bulanan rata-rata tertinggi dan terendah dalam setahun, dapat dihitung dengan formula berikut.
RST = Suhu bulanan rata-rata tertinggi - Suhu bulanan rata-rata terendah.

c. Suhu Udara pada Ketinggian Tempat Tertentu
Bagaimana menentukan suhu udara suatu tempat berdasarkan ketinggiannya? Penentuan suhu udara suatu tempat dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut.
1) Jika hanya diketahui ketinggian suatu tempat.
T = 26,3 – 0,6 h
T = Suhu udara yang dicari (°C).
26,3 = Konstanta (suhu udara rata-rata di daerah pantai tropis).
0,6 = Konstanta.
h = Tinggi tempat dalam ratusan meter.

2) Jika diketahui ketinggian dua tempat, yang satu diketahui suhu udaranya dan yang satu tidak.
DT = 0,006 (X1 – X2) × 1°C
DT = Selisih suhu udara antara tempat 1 dengan tempat 2 (°C).
X1 = Ketinggian tempat yang diketahui suhu udaranya (m).
X2 = Ketinggian tempat yang dicari suhu udaranya (m).

5.Suhu Cardinal
.Suhu kardinal berdampak terhadap kehidupan tanaman. Dimana tiap tanaman punya suhu kardinal yang berbeda-beda sehingga sebelum menentukan tanaman yang akan dibudidayakan kita harus tahu fluktuasi suhu suatu area dan suhu kardinal suatu tanaman.

C.KELEMBABAN
1.Pengertian kelembaban
Kelembapan udara (humidity gauge) adalah jumlah uap air diudara (atmosfer).  Kelembapan adalah konsentrasi uap air di udara. Angka konsentasi ini dapat diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan relatif. Alat  yang digunakan untuk mengukur kelembapan disebut dengan  Higrometer. Sebuah humidistat digunakan untuk mengatur tingkat kelembapan udara dalam sebuah bangunan dengan sebuah pengawal lembap (dehumidifier).
Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu terkandung dalam bentuk uap air. Kandungan uap air dalam udara hangat lebih banyak daripada kandungan uap air dalam udara dingin. Kalau udara banyak mengandung uap air didinginkan maka suhunya turun dan udara tidak dapat menahan lagi uap air sebanyak itu. Uap air berubah menjadi titik-titik air.
Udara yan mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.
Dapat dianalogikan dengan sebuah termometer dan termostat untuk suhu udara. Perubahan tekanan sebagian uap air di udara berhubungan dengan perubahan suhu. Konsentrasi air di udara pada tingkat permukaan laut dapat mencapai 3% pada 30 °C (86 °F), dan tidak melebihi 0,5% pada 0 °C (32 °F).
Ada dua istilah kelembapan udara yaitu kelembapan tinggi dan kelembapan rendah. Kelembapan tinggi adalah jumlah uap air yang banyak diudara, sedangkan kelembapan rendah adalah jumlah uap air yang sedikit diudara.
Kelembapan udara dapat dinyatakan sebagai kelembapan udara absolut, kelembapan nisbi (relatif), maupun defisit tekanan uap air.Kelembapan absolut adalah kandungan uap air yang dapat dinyatakan dengan massa uap air atau tekanannya per satuan volume (kg/m3). Kelembapan nisbi (relatif) adalah perbandingan kandungan (tekanan) uap air actual dengan keadaan jenuhnya (g/kg). Defisit tekanan uap air adalah selisih antara tekanan uap jenuh dengan tekanan uap aktual.

2.Kandun gan uap air(absolute)
Jumlah uap air di udara pada suatu waktu tertentu biasanya kurang dari yang dibutuhkan untuk menjenuhkan udara. Kelembaban relatif adalah persentasi kelembaban jenuh , umumnya dihitung dalam hubungannya dengan kepadatan uap jenuh.
3.Kelembaban relatif(nisbi)
Kelembaban nisbi (RH) mempunyai dua pengertian, yaitu:

a.       Perbandingan jumlah uap air yang ada secara nyata (actual) dengan jumlah uap air maksimum yang mampu dikandung oleh setiap unit volume udara dalam suhu yang sama.
Contoh:
Dalam suhu 200C, kemampuan maksimum udara menampung uap air adalah 25 gr/m3. Berdasarkan hasil pengukuran secara langsung, diketahui kandungan uap air dalam udara adalah 20 gr/m3. Untuk mencari kelembaban nisbinya digunakan rumus:
RH =  e/E x 100%
RH =  20/25 x 100%
RH = 80 %
RH = kelembapan nisbi dalam persen
e    = kandungan uap air hasil pengukuran secara langsung
E    = kemampuan maksimal udara dapat menampung uap air
b.      Banyaknya tekanan uap yang ada secara nyata (actual) dengan tekanan uap maksimum pada suhu yang sama.
Contoh:
Tekanan uap maksimum pada suhu 150 adalah 1.000 mb (E), sedangkan tekanan uap hasil pengukuran (e) adalah 800 mb, maka kelembaban nisbi di daerah itu adalah;
RH = e/E x 100% = 800/1000 x 100% = 80%
Kelembapan relative diukur dengan alat yang disebut Higrometer atau Psychrometer Asmann.
Berdasarkan ketiga macam kelembapan udara tersebut, yang erat kaitannya dengan keadaan cuaca disuatu tempat adalah kelembapan relative. Jika kelembapan relative udara kurang dari 100%, maka massa udara dikatakan belum jenuh, sedangkan apabila kelembapan relative ini telah mencapai 100%  maka massa udaradikatakan jenuh, artinya sudah tidak mampu lagi menampung uap air.

.       Kelembaban Spesifik
Adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam 1 kilo gram udara.
Contoh:
Dalam 1 kilogram massa udara terkandung uap air sebanyak 12 gram. Maka dikatakan bahwa kelembaban spesifik udara tersebut adalah 12 gram/kg

DAFTAR PUSTAKA

: http://texbuk.blogspot.com/2012/01/pengukuran-suhu-udara-faktor-yang.html#ixzz1vBkiXQyo
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.
Fardiaz, S. 1992. Polusi Air dan Udara. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.
Lakitan, B. 2001. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Pollock, S. 2000. Jendela IPTEK Ekologi. Jakarta : Balai Pustaka.
Rai. Wijana. Arnyana. 1998. Buku Ajar Ekologi Tumbuhan. Singaraja : STKIP Singaraja.
Ramli, D. 1989. Ekologi. Jakarta : PPLP Tenaga Kependidikan
udinnotonegoroblog.blogspot.com/.../analisis-hubungan-suhu-udara-...
Kelembaban Udara - Stasiun Meteorologi A.Yani Semarang
www.cuacajateng.com/kelembabanudara.htm
Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2116454-pengertian-intensitas/#ixzz1v0zOgrj9
sofaentertain.wordpress.com/category/about.../kualitas-cahaya/
http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/17/ekologi-tumbuhan-cahaya-suhu-dan-air/



comments | | Read More...

PENGERTIAN ANGIN

Penulis : MJH 08 on Sunday, May 20, 2012 | 5:36 AM

Sunday, May 20, 2012



PENGERTIAN ANGIN
Secara singkat dapat dijelaskan bahwa angin adalah udara yang bergerak. Menurut Buys Ballot, ahli ilmu cuaca dari Perancis, angin adalah massa udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum. Gerakan massa udara yang arahnya horizontal dikenal dengan istilah angin. Anemometer mangkok adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin. Satuan yang biasa digunakan dalam menentukan kecepatan angin adalah km/jam atau knot (1 knot = 0,5148 m/det = 1,854 km/jam). Sisteman penamaan angin biasanya dihubungkan dengan arah datangnya massa udara tersebut.
Berikut ini adalah proses terjadinya beberapa jenis angin:

# PROSES TERJADINYA ANGIN PASSAT
Angin passat terjadi bila terjadi perbedaan densitas udara di daerah sekitar lintang 30 derajat (baik lintang utara maupun selatan yang bertekanan maksimum dan sekitar lintang 10 derajat yang bertekanan minimum.

# PROSES TERJADINYA ANGIN MUSON
Benua (daratan) dan samudra (perairan) merupakan dua wilayah yang memiliki sifat fisika berbeda dala hal menerima energi panas. Sebagai material padat, benua lebih cepat menyerap panas tetapi cepat pula melepaskannya. Sebaliknya, samudra atau wilayah perairan lebih lambat menerima dan melepaskan enegi panas. Perbedaan sifat fisik kedua wilayah ini tentunya mengakibatkan perbedaan kerapatan dan tekanan udara. Akibat adanyaperbedaan tekanan udara yang sangat mencolok antara wilayah benua dan samudra, mengalirlah massa udara yang disebut angin muson (monsoon) dari kawasan benua ke samudra atau sebaliknya. Perubahan arah gerakan muson biasanya seiring dengan pergantian musim panas dan dingin.

# PROSES TERJADINYA ANGIN DARAT DAN ANGIN LAUT
Angin darat dan angin laut merupakan jenis angin lokal yang terjadi di wilayah pantai dan sekitarnya. Massa daratan mempunyai sifat fisik cepat menerima panas dan cepat pula melepaskan, massa lautan lambat dalam menyerap panas dan lambat pu;a melepaskannya.
Sifat ini menyebabkan perbedaan tekanan udara pada kedua tempat tersebut dalam waktu yang bersamaan. Pada siang hari daratan lebih cepat menerima panas, sehingga udara menjadi panas lalu memuai dan bertekanan lebih rendah dari lautan. perbedaan tekanan ini menyebabkan bertiupnya angin dari laut ke darat. Angin dari laut ke darat ini disebut sebagai angin laut.
Sedangkan pada malam hari tekanan udara di darat lebih tinggi dibanding tekanan udara di laut. Perbedaan tekanan ini menyebabkan bertiupnya angin dari darat ke laut seingga terjadilah angin darat.  

# PROSES TERJADINYA ANGIN GUNUNG DAN ANGIN LEMBAH
Pada pagi sampai menjelang siang hari, bagian lereng atau punggung pegunungan lebih dahulu disinari matahari bila dibandingkan dengan wilayah lembah. Akibatnya, wilayah lereng lebih cepat panas dan mempunyai tekanan udara yang rendah, sedangkan suhu udara di daerah lembah masih relatif dingin sehingga mempunyai tekanan udara yang tinggi. Maka massa udara bergerak dari lembah ke lereng atau ke bagian punggung gunung. Massa udara yang bergerak ini disebut sebagai angin lembah.
Pada malam hari, suhu udara di wilayah gunung sudah sedemikian rendah sehingga terjadi pengendapan massa udara padat dari wilayah gunung ke lembah yang masih relatif lebih hangat. Gerakan udara inilah yang disebut angin gunung. 

ANGIN MUSON
Muson, disebut juga angin muson atau angin musim, adalah angin periodik yang terjadi terutama diSamudra Hindia dan sebelah selatan Asia. Kata ini juga digunakan untuk menyebut musim di saat angin ini bertiup dari arah barat daya di India dan wilayah-wilayah di sekitarnya yang ditandai dengan curah hujan yang besar serta hujan yang dikaitkan dengan angin jenis ini.
Kata "muson" tampaknya berasal dari sebuah kata dalam bahasa Arab (mosem), yang berarti musim. Kata ini paling sering digunakan untuk merujuk kepada perubahan musiman arah angin di sepanjang pesisir Samudra Hindia, khususnya di Laut Arab, yang bertiup dari barat daya untuk setengah tahun dan dari timur laut untuk setengah tahun lainnya.
Pelaut Yunani dalam legenda, Hippalus secara tradisional dianggap sebagai orang pertama yang menggunakan muson untuk mempercepat pelayaran sepanjang Samudra Hindia; nama kuno untuk angin muson di daerah ini juga dipanggil Hippalus. Meskipun begitu, kemungkinan besar Hippalus hanyalah orang Yunani pertama yang memanfaatkan angin muson karena para pelaut Yaman telah melakukan perdagangan dengan India lama sebelum masanya.

*Proses
Muson terjadi karena daratan menghangat dan menyejuk lebih cepat daripada air. Hal ini menyebabkan suhu di darat lebih panas daripada di laut pada musim panas. Udara panas di darat biasanya berkembang naik, menciptakan daerah bertekanan rendah. Ini menciptakan sebuah angin yang sangat konstan yang bertiup ke arah daratan. Curah hujan yang terkait disebabkan udara laut yang lembap yang dialihkan ke arah pegunungan, yang kemudian menyebabkan pendinginan, dan lalu pengembunan.
Pada musim dingin, udara di darat menjadi lebih sejuk dengan cepat, tetapi udara panas di laut bertahan lebih lama. Udara panas di atas laut berkembang naik, menciptakan daerah bertekanan rendah dan angin sepoi-sepoi dari darat ke laut. Karena perbedaan suhu antara laut dan daratan lebih kecil dibandingkan saat musim panas, angin muson musim dingin tidak begitu konstan.
Muson mirip dengan angin laut, namun ukurannya lebih besar, lebih kuat dan lebih konstan.
*Muson barat
Muson barat atau muson musim dingin timur laut adalah angin yang bertiup pada bulan Oktober-April di Indonesia. Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi selatan, yang menyebabkan benua Australia sedang mengalami musim panas, berakibat pada tekanan minimum dan benua Asia lebih dingin, berakibat memiliki tekanan maksimum. Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekenan minimum, sehingga angin bertiup dari benua Asia menuju benua Australia, dan karena menuju Selatan Khatulistiwa/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kiri. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim hujan akibat adanya massa uap air yang dibawa oleh angin ini, saat melalui lautan luas di bagian utara (Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan).
*Muson timur
Muson timur atau muson musim panas barat daya adalah angin yang bertiup pada bulan April-Oktober di Indonesia. Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi utara, sehingga menyebabkan benua Australia musim dingin, sehingga bertekanan maksimum dan Benua Asia lebih panas, sehingga bertekanan minimum. Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum, sehingga angin bertiup dari benua Australia menuju benua Asia, dan karena menuju utara Khatulistiwa/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kanan. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim kemarau akibat angin tersebut melalui gurun pasir di bagian utara Australia yang kering dan hanya melalui lautan yang sempit.

ARAH ANGIN SKALA BEUFORT
Skala Beaufort adalah skla yang digunakan dengan memperhatikan kondisi alam sekitarnya seperti melihat gerakan pepohonan.
Angin Skala Beaufort
Dikembangkan pada 1805 oleh Sir Francis Beaufort Inggris

Memaksa
Angin
(Knots)
WMO
Klasifikasi
Penampilan Efek Angin
On the Water
Pada Tanah
0
Kurang dari 1
Tenang
Laut permukaan halus dan seperti cermin
Tenang, asap naik secara vertikal
1
1-3
Cahaya Udara
Riak bersisik, tidak ada puncak-puncak busa
Melayang asap menunjukkan arah angin, baling-baling angin masih
2
4-6
Angin sepoi-sepoi
Kecil wavelet, puncak-puncak kaca, tidak melanggar
Angin terasa di wajah, daun gemerisik, baling-baling mulai bergerak
3
7-10
Gentle Breeze
Wavelet besar, puncak mulai istirahat, ombak yang tersebar
Daun dan ranting kecil terus-menerus bergerak, bendera cahaya diperpanjang
4
11-16
Sedang Breeze
Kecil gelombang 1-4 ft jadi lebih panjang, ombak banyak
Debu, daun, dan kertas longgar diangkat, cabang pohon kecil bergerak
5
17-21
Segar Breeze
Sedang gelombang 4-8 ft mengambil formulir lagi, banyak ombak, semprot beberapa
Pohon kecil di daun mulai bergoyang
6
22-27
Kuat Breeze
Gelombang yang lebih besar 8-13 ft, ombak umum, semprot lebih
Cabang pohon yang lebih besar bergerak, bersiul di kabel
7
28-33
Dekat Gale
Tumpukan laut sampai, gelombang 13-19 ft, coretan busa putih dari pemutus
Pohon keseluruhan bergerak, ketahanan merasa berjalan melawan angin
8
34-40
Badai
Gelombang cukup tinggi (18-25 ft) panjang lebar, tepi puncak mulai masuk ke salju tiup, busa ditiup di coretan
Ranting pohon putus, umumnya menghambat kemajuan
9
41-47
Kuat Gale
Gelombang tinggi (23-32 kaki), laut mulai menggulung, lapisan padat dari busa, semprotan dapat mengurangi visibilitas
Kerusakan struktural Sedikit terjadi, pukulan batu tulis dari atap
10
48-55
Badai
Gelombang sangat tinggi (29-41 kaki) dengan puncak-puncak menggantung, laut putih dengan busa padat sesak nafas, rolling berat, menurunkan visibilitas
Jarang dialami pada tanah, pohon tumbang atau rusak, "kerusakan struktural yang cukup besar"
11
56-63
Kekerasan Badai
Gelombang yang sangat tinggi (37-52 kaki), patch busa yang menutupi dasar laut, visibilitas lebih berkurang
12
64 +
Badai
Udara penuh dengan busa, gelombang lebih dari 45 ft, laut benar-benar putih dengan mengemudi semprot, visibilitas sangat berkurang

sumber: http://carapedia.com/pengertian_angin_proses_ternya_angin_info937.html
www.goggle.com
www.wikepedia.com
comments | | Read More...

MAKALAH ATMOSFER

Penulis : MJH 08 on Monday, May 14, 2012 | 5:31 PM

Monday, May 14, 2012



MAKALAH ATMOSFER

BAB I
PENDAHULUAN




A. Latar Belakang
Bumi memiliki seluruh sifat yang diperlukan bagi kehidupan. Salah satunya adalah keberadaan atmosfer, yang berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melindungi makhluk hidup. Atmosfer terdiri dari lapisan yang berbeda yang tersusun secara berlapis satu diatas yang lainnya. Persis sebagai mana dipaparkan dalam al-qur’an surat Al-Baqarah ayat 29 yang menyatakan bahwa atmosfer terdiri dari tujuh lapisan. Oleh karena itu mengingat pentingnya pengetahuan mengenai atmosfer maka penulis menyusun makalah yang diberi judul “ATMOSFER”.
B. Identifikasi masalah
Dalam makalah ini masalah yang akan diangkat adalah:
1.                        Apa pengertian atmosfer?
2.                        Apa lapis lapisan atmosfer?
3.                        Manfaat atmosfer dalam kehidupan
4.                        Apa Pengertian debu?
C. Tujuan

1)         Sebagai tugas dari guru bidang studi klimatologi
2)         Sebagai bahan referensi pengetahuan tentang atmosfer ,
3)         Sebagai pengenalan terhadap atmosfer dan lapisan lapisanya,
4)         Sebagai antisifasi terhadap masalah social itu sendiri,
5)         Untuk menindaklanjuti masalah yang terjadi di seputar kita.


BAB II
PEMBAHASAN


v  Latar belakang atmosfer

Atmosfer taerdiri dari kata atmos yang berarti uap dan sphaira yang berarti bola. Atmosfer adalah bulatan udara yang membungkus bola bumi. Atmosfer termasik bagian bumi. Karena pengaruh gaya berat, maka atmosfer berputar atau berotasi bersama-sama bumi setiap hari, serta beredar mengelilingi matahari setiap tahun(berevolusi). Tebal atmosfer mancapai kurang lebih 1.000 km. Semakin tinggi lapisan udara, tekanannya semakin rendah. Untuk mengetahui komposisi gas yang terkandung dalam atmosfer secara terperinci dapat dilihat pada tabel berikut ini:

No.
Unsur kimia
        Lambang
Volume (%)
1
Netrogen / zat lemas
N2
78.08
2
Oksigen / zat pembakar
O2
20.95
3
Argon
Ar
0.93
4
Asam arang
CO2
0.03
5
Neon
Ne
0.0018
6
Helium
He
0.00015
7
Kripton
Kr
0.00011
8
Xenon
Xe
0.00005
9
Nitrous oksida
N2O
0.00005
10
Hidrogen
H2
0.00005




v  Lapisan-lapisan atmosfer

Atmosfer terdiri atas beberapa lapisan:

1.      Troposfer
Troposfer merupakan lapisan yang paling dekat dengan permukaan bumi. Ciri-ciri lapisan troposfer adalah sebegai berikut:
Pada lapisan ini terjadi peristiwa-peristiwa cuaca, seperti: awan, hujan, petir, angin.
Semakin tinggi tempatnya, semakin berkurang suhunya.
Kurang lebih 80% dari seluruh massa gas terdapat pada lapisan ini.
Puncak lapisan troposfer terdapat lapisan peralihan yang di sebut tropopause.

2.      Stratosfer
Lapisan diatas troposfer adalah strastosfer dengan ketinggian di daerah ekuator mulai dari 16 km-55 km. Ciri-ciri lapisan stratosfer adalah sebagai berikut:
Pada ketinggian diatas 30 km, terbentuk lapisan ozon (O3) adalah lapisan-lapisan yang melindungi troposfer dan permikaan bumi dari radiasi sinar ultraviolet matahari yang berlebihan (penyaringan sinar radiasi ultraviolet matahari).
Pada lapisan ini terjadi invers suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring dengan naiknya      ketinggian. Suhu rata-rata mencapai max. sekitar 570C.
Terdapat lapisan antara yang di sebut stratopause.

3.      Mesosfer
Lapisan ketiga dari selubung atmosfer adalah lapisan mesosfer dengan ketinggian mulai dari 55 km-80 km dari permukaan bumi. Ciri-ciri lapisan mesosfer adalah sebagai beikut:
Suhu semakin berkurang pada ketinggian 55 km.
Merupakan tempat terbakarnya meteor-meteor hingga terurai dan jatuh ke permukaan bumi.
Terdapat lapisan antara yang disebut mesopause, di mana pada lapisan ini terjadi refleksi(pemantulan) gelombang radio dengan ketinggian 50-90 km di atas permukaan bumiyang disebut dengan lapisan D, dipancarkan dari bumi untuk kemudian diterima oleh tempat-tempat lainnya.

4.      Thermosfer (Ionosfer)
Lapisan keempat selubung atmosfer disebut lapisan thermosfer (ionosfer) denagn ketonggian mulai dari 80 km-800 km dari permukaan bumi. Ciri-ciri lapisan ini adalah sebagai berikut:
Pada lapisan ini terjadi invers suhu sangat tajam akibat penyerapan radiasi sinar X dan ultraviolet yang dipancarkan matahari.
Pada ketinggian 90-120 km di atas permukaan bumi, terjadi ionisasi di lapisan E yang disebabkan oleh sinar X dari matahari, terdiri dari nitrogen dan eksgen.
Pada lapisan F pada ketinggian 150-300 km lebih terjadi ionisasi karena sinar ultraviolet dari cahaya matahari banyak mengandung ionitrigen.
Lapisan ionosfer sangat berguna untuk telekomunikasi karena lapisan ini dapat memantulkan gelombang-gelombang radio yang berfrekuensi lebih tinggi, misalnya gelombang yang dipancarkan oleh stasiun pemancar televisi ke bumi dan diterima keseluruh dunia.
5.      Eksosfer atau Dissipasisfer
Lapisan ini berada pada ketinggian 800-1000 km dari permukaan bumi. Pada lapisan ini terjadi gerakan-gerakan atom secara tidak beraturan. Lapisan ini merupakan lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari muka bumi. Lapisan ini sering disebut lapisan antar planet dan geostasioner.


B.     Lapisan Atmosfir / Atmosfer Bumi
Atmosfir bumi adalah lapisan udara yang mengelilingi atau menyelubungi bumi yang bersama-sama dengan bumi melakukan rotasi dan berevolusi mengelilingi matahari. Udara yang terkandung dalam atmosfir merupakan campuran dan kombinasi dari gas, debu dan uap air. Atmosfir berguna untuk melindungi makhluk hidup yang yang ada di muka bumi karena membantu menjaga stabilitas suhu udara siang dan malam, menyerap radiasi dan sinar ultraviolet yang sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk bumi lainnya.
a. Konten dalam lapisan atmosfir bumi
- Nitrogen 78,17% 

- Oksigen 20,97% 
- Argon 0,98% 
- Karbon dioksida 0,04% 
- Sisanya adalah zat lain seperti Kripton, neon, xenon, helium, higrom dan ozon.

b. Lapisan-lapisan atmosfer bumi terdiri dari:
1. Troposfer / troposfir 

Ketinggian troposfer: 0 - 15 km 
Suhu lapisan troposfir: 17 - 52 derajat celcius 
Kurang lebih 80% gas atmosfer berada pada bagian ini

2. Stratosfer / Stratosfir 

Ketinggian stratosfer: 15 - 40 km 
Suhu lapisan stratosfer: -57 derajat celcius 
Lapisan ozon yang memblokir atau menahan sinar ultraviolet berada pada lapisan ini.

3. Mesosfer / Mesosfir 

Ketebalan Mesosfer: 45 - 75 km 
Suhu lapisan stratosfer: -140 derajat celcius 
Suhu yang sangat rendah dan dingin dapat menyebabkan awan noctilucent yang terdiri atas kristal-kristal es

4. Thermosfer / Thermosfir 

Ketebalan themosfer: 75 - 100 km 
Suhu lapisan stratosfer: 80 derajat celcius

5. Ionosfer / Ionosfir 

Ketebalan ionosfer: 50 - 100 km 
Adalah lapisan yang bersifat memantulkan gelombang radio. Karena ada penyerapan radiasi dan sinar ultra violet maka menyebabkan timbul lapisan bermuatan listrik yang suhunya menjadi tinggi

6. Eksosfer / Eksosfir 

Ketebalan EKSOSFER: 500 - 700 km 
Suhu lapisan stratosfer: -57 derajat celcius 
Tidak memiliki tekanan udara yaitu sebesar 0 cmHg

C.     Karbon di atmosfer
Diagram dari siklus karbon. Angka dengan warna hitam menyatakan berapa banyak karbon tersimpan dalam berbagai reservoir, dalam milyar ton ("GtC" berarti Giga Ton Karbon). Angka dengan warna biru menyatakan berapa banyak karbon berpindah antar reservoir setiap tahun. Sedimen, sebagaimana yang diberikan dalam diagram, tidak termasuk ~70 juta GtC batuan karbonat dan kerogen
Bagian terbesar dari karbon yang berada di atmosfer Bumi adalah gas karbon dioksida (CO2). Meskipun jumlah gas ini merupakan bagian yang sangat kecil dari seluruh gas yang ada di atmosfer (hanya sekitar 0,04% dalam basis molar, meskipun sedang mengalami kenaikan), namun ia memiliki peran yang penting dalam menyokong kehidupan. Gas-gas lain yang mengandung karbon di atmosfer adalah metan dan kloroflorokarbon atau CFC (CFC ini merupakan gas artifisial atau buatan). Gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca yang konsentrasinya di atmosfer telah bertambah dalam dekade terakhir ini, dan berperan dalam pemanasan global.

Karbon diambil dari atmosfer dengan berbagai cara:
Ø  Ketika matahari bersinar, tumbuhan melakukan fotosintesa untuk mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat, dan melepaskan oksigen ke atmosfer. Proses ini akan lebih banyak menyerap karbon pada hutan dengan tumbuhan yang baru saja tumbuh atau hutan yang sedang mengalami pertumbuhan yang cepat.
Ø  Pada permukaan laut ke arah kutub, air laut menjadi lebih dingin dan CO2 akan lebih mudah larut. Selanjutnya CO2 yang larut tersebut akan terbawa oleh sirkulasi termohalin yang membawa massa air di permukaan yang lebih berat ke kedalaman laut atau interior laut (lihat bagiansolubility pump).
Ø  Di laut bagian atas (upper ocean), pada daerah dengan produktivitas yang tinggi, organisme membentuk jaringan yang mengandung karbon, beberapa organisme juga membentuk cangkang karbonat dan bagian-bagian tubuh lainnya yang keras. Proses ini akan menyebabkan aliran karbon ke bawah (lihat bagian biological pump).
Ø  Pelapukan batuan silikat. Tidak seperti dua proses sebelumnya, proses ini tidak memindahkan karbon ke dalam reservoir yang siap untuk kembali ke atmosfer. Pelapukan batuan karbonat tidak memiliki efek netto terhadap CO2 atmosferik karena ion bikarbonat yang terbentuk terbawa ke laut dimana selanjutnya dipakai untuk membuat karbonat laut dengan reaksi yang sebaliknya (reverse reaction).

Karbon dapat kembali ke atmosfer dengan berbagai cara pula, yaitu:
Ø  Melalui pernapasan (respirasi) oleh tumbuhan dan binatang. Hal ini merupakan reaksi eksotermik dan termasuk juga di dalamnya penguraian glukosa (atau molekul organik lainnya) menjadi karbon dioksida dan air.
Ø  Melaluipembusukanbinatang dan tumbuhan. Fungi atau jamur dan bakteri mengurai senyawa karbon pada binatang dan tumbuhan yang mati dan mengubah karbon menjadi karbon dioksida jika tersedia oksigen, atau menjadi metana jika tidak tersedia oksigen.
Ø  Melalui pembakaran material organik yang mengoksidasi karbon yang terkandung menghasilkan karbon dioksida (juga yang lainnya seperti asap). Pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, produk dari industri perminyakan (petroleum), dan gas alam akan melepaskan karbon yang sudah tersimpan selama jutaan tahun di dalam geosfer. Hal inilah yang merupakan penyebab utama naiknya jumlah karbon dioksida di atmosfer.
Ø  Produksi semen.Salahsatukomponennya, yaitu kapur atau gamping atau kalsium oksida, dihasilkan dengan cara memanaskan batu kapur atau batu gamping yang akan menghasilkan juga karbon dioksida dalam jumlah yang banyak.
Ø  Di permukaan laut dimana air menjadi lebih hangat, karbon dioksida terlarut dilepas kembali ke atmosfer.
Ø  Erupsi vulkanik atau ledakan gunung berapi akan melepaskan gas ke atmosfer. Gas-gas tersebut termasuk uap air, karbon dioksida, dan belerang. Jumlah karbon dioksida yang dilepas ke atmosfer secara kasar hampir sama dengan jumlah karbon dioksida yang hilang dari atmosfer akibat pelapukan silikat; Kedua proses kimia ini yang saling berkebalikan ini akan memberikan hasil penjumlahan yang sama dengan nol dan tidak berpengaruh terhadap jumlah karbon dioksida di atmosfer dalam skala waktu yang kurang dari 100.000 tahun.

D.     Manfaat atmosfer dalam kehidupan

Atmosfer mempunyai peranan dalam kehidupan di permukaan bumi antara lain.
-     Melindungi bumi dari jatuhnya benda angkasa seperti meteor, komet dll.
-     Menjaga temperatur udara  di permukaan bumi agar tetap bermanfaat untuk kehidupan
-     Memantulkan gelombang radio
-     Membantu menjaga stabilitas suhu udara siang dan malam
-     Menyerap radiasi dan sinar ultraviolet yang sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk bumi lainnya.
-     Menciptakan cuaca, berupa hujan dan salju sehingga terjadilah musim panas dan musim dingin.
-     Sarana berlangsungnya proses pembakaran, tanpa udara kita tidak dapat menyalakan api, bernafas, dan sebagainya



BAB III
DEBU DI ATMOSFER

A.     DEBU ALAMI MENDINGINKAN BUMI SEKALIGUS MENGHANGATKAN ATMOSFER

-Badai debu gurun.
Yangdisebut debu adalah sejenis partikel, atau aerosol, yangmengambang di atmosfer. Para ilmuwan membedakan debu inimenjadi debu dari partikel hasil kegiatan manusia seperti asap,jelaga, atau jenis penyebab polusi lainnya, serta debu dari  partikel alami, seperti debu gurun atau debu letusan gunung api.
-Partikel debu alami (misal debu gurun), berukuran di atas 10 micron(diameter rambut manusia sekitar 100 micron) menyerap radiasi matahari, lalu mengubahnya menjadi panas dan melepasnya ke udara. Debu alami ini juga merefleksikan sebagian radiasi kembali ke luar angkasa, sehingga debu alami ini mendinginkan bumi sekaligusmenghangatkan atmosfer.
-Debu hasil kegiatan manusia (partikel dari asap dan hasil pembakaran) berukuran submicron. Partikel halus ini mendinginkan atmosfer karena merefleksikan cahaya matahari kembali ke antariksa sebelum sempat memanaskan udara. Itu berarti hanya sedikit energi surya yang sampai ke permukaan. Karena ukurannya sangat kecil,aerosol (partikel) polusi ini tidak memiliki efek signifikan terhadapenergi panas.


-Debu gurun dan iklim saling mempengaruhi secara langsung maupuntak langsung lewat berbagai sistem yang saling berkaitan. Debu, misalnya, membatasi jumlah radiasi matahari yang mencapai bumi, sebuah faktor yang dapat menutupi efek pemanasan dari naiknya levelkarbon dioksida di atmosfer. Debu juga dapat mempengaruhi awandan kuantitas air yang jatuh kembali ke bumi (presipitasi), yang memicu terjadinya kekeringan, yang pada akhirnya menyebabkanpembentukan gurun dan lebih banyak debu lagi.
-Setiap tahun tak kurang dari 700 juta ton debu dari Gurun Saharaterbawa ke atmosfer. Sebagian dari debu yang tertiup angin kencangjatuh kembali ke bumi sebelum meninggalkan Afrika. Sebagian lagiterbawa angin melintasi Samudra Atlantik atau Laut Mediteraniahingga mencapai Amerika Selatan dan Amerika Serikat sebelah tenggara. Debu tersebut diyakini mempengaruhi kuantitas energi bumi dan iklim dengan merefleksikan (memantulkan) cahaya matahari kembali ke antariksa.
-Gurun Sahara memasok separuh dari seluruh debu yang terbawa hingga ke atmosfer setiap tahun. Debu Sahara jauh lebih “murni”daripada debu dari gurun pasir Asia atau Amerika Serikat. Debu dari gurun Amerika, Cina, atau Mongolia kerap bercampur denganpolusi, lalu menciptakan sebuah gado-gado aerosol, yang membuat para ilmuwan menghadapi kesulitan untuk mempelajari debunya saja.
-Mempelajari debu Sahara juga cukup menantang karena debu itu terbuat dari materi yang sama seperti gurun di bawahnya. Itu berartidebu di atmosfer tampak amat mirip permukaan di bawahnya. Baru dalam beberapa tahun terakhir ilmuwan dapat membedakan partikel debu dan pasir gurun menggunakan instrumen serta teknik baru.

B.     JUMLAH DEBU DI ATMOSFER MENINGKAT

-Sebuah studi menunjukkan bahwa jumlah debu di atmosfer memang telah berlipat ganda dibanding abad lalu.
-Tak hanya membuat rumah dan segala isinya kotor, kenaikan jumlah debu yang dramatis itu juga mempengaruhi iklim dan ekologi diseluruh dunia. Debu ini bukan hanya sesuatu yang biasa kitabersihkan dari permukaan meja, tapi juga partikel halus yangmengambang di udara di lapisan atmosfer bumi dan berasal darigurun-gurun di Afrika Selatan serta Timur Tengah.
-Studi yang dipimpin oleh Natalie Mahowald, pakar ilmu kebumiandan atmosfer di Cornell University, tersebut menggunakanpemodelan komputer dan data yang tersedia untuk memperkirakanjumlah debu gurun, atau partikel tanah, di atmosfer sepanjang abad ke-20. Studi yang dipresentasikan dalam pertemuan American Geophysical Union di San Francisco, Desember 2010, tersebut adalah penelitian pertama yang melacak fluktuasi partikel aerosol alami (bukan yang diakibatkan kegiatan manusia) di seluruh duniaselama satu abad.
-Untuk mengukur fluktuasi dalam debu gurun selama seabad, para ilmuwan mengumpulkan data dari pengeboran inti es, sedimen danau, dan terumbu karang, yang masing-masing menyimpan informasi tentang konsentrasi debu gurun di kawasan itu pada masa lampau. Data setiap sampel itu kemudian dihubungkan dengan daerahasal debu. Dari informasi tersebut, para ilmuwan menghitung tingkatpengendapan debu selama itu.
-Dengan mengaplikasikan komponen sistem pemodelan komputeryang disebut sebagai Community Climate System Model, timMahowald merekonstruksi pengaruh debu gurun terhadaptemperatur, kuantitas (jumlah) air yang jatuh kembali ke bumi,endapan zat besi laut, dan penangkapan karbon terrestrial selamasatu abad.
-Di antara hasil yang mereka peroleh, para ilmuwan menemukan bahwa perubahan temperatur dan presipitasi regional menyebabkanpenurunan penangkapan karbon terrestrial global sebesar 6 parts per million (ppm) selama abad ke-20. Simulasi itu juga memperlihatkanbahwa debu yang mengendap di laut meningkatkan penangkapankarbon dari atmosfer sekitar 6 persen, atau 4 ppm, selama periode yang sama.
-Berbeda dengan mayoritas riset lain tentang dampak partikel aerosol terhadap iklim yang hanya difokuskan pada aerosol anthropogenic, yang dilepaskan kegiatan manusia lewat pembakaran, kata Mahowald, studinya juga menitikberatkan peran penting aerosol alami. “Kini kami mempunyai sejumlah informasi tentang bagaimanadebu gurun berfluktuasi,” katanya. “Hal itu benar-benar membawadampak besar untuk memahami sensitivitas iklim, dan kami sangat membutuhkan lebih banyak data dari berabad-abad lalu.” (Sumber:Koran Tempo).

DAFTAR PUSTAKA

pbcahyono.files.wordpress.com/2012/01/atmosfer.doc/ Di unggah pada hari Senin, 30 april 2012
http://alenmarlissmpn1gresik.wordpress.com/2010/01/10/lapisan-atmosfir-atmosfir-bumi/ Di unggah pada hari Rabu, 2 mei 2012
http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_karbon/ Di unggah Pada  hari Rabu, 2 mei 2012
http://pesonageografi.wordpress.com/2011/01/22/manfaat-atmosfer-dalam-kehidupan/ Di unggah Pada hari Rabu,  2 mei 2012
http://iwandahnial.wordpress.com/2011/03/25/debu-alami-mendinginkan-bumi-sekaligus-menghangatkan-atmosfer/ Di unggah pada hari Rabu, 2 mei 2012
http://arinifisikauin.wordpress/2011/04/09/atmosfer/ Di unggah Pada hari Rabu, 2 mei 2012




comments | | Read More...

Categories

About

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. mjh 08 . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger